Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2026

Menghadapi Positivisme Logis Masyarakat Indonesia: Spirit Jayandaru dan Rasionalisme Popper untuk Membangun Peradaban

Bisakah kita membayangkan Indonesia dalam hitungan ratusan tahun ke depan? Pertanyaan tersebut mungkin terdengar terlalu jauh. Indonesia hari ini masih berhadapan dengan berbagai persoalan konkret, mulai dari pendidikan, ekonomi, politik, ketimpangan sosial, hingga perubahan teknologi. Namun, justru karena persoalan tersebut terus hadir dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk melihat lebih jauh daripada sekadar kepentingan hari ini. Peradaban tidak dibangun hanya dengan menyelesaikan persoalan yang sedang terjadi. Peradaban dibangun dengan kemampuan membayangkan masa depan dan mempersiapkan generasi yang akan menghadapinya. Dalam konteks Indonesia, persoalan tersebut menjadi semakin penting ketika masyarakat semakin kuat dipengaruhi oleh orientasi pragmatis. Banyak keputusan sosial diukur berdasarkan manfaat langsung. Pendidikan dinilai dari peluang kerja. Organisasi dinilai dari hasil yang terlihat. Kebijakan dinilai dari keuntungan yang segera dirasakan...
  Dari Datang untuk Mengajar, Pulang Membawa Pelajaran Gerakan Mengajar Desa di SDN 1 Sekaran Siman Ponorogo Jawa Timur Hari Senin menjadi awal perjumpaan kami dengan SDN 1 Sekaran. Kami mengikuti upacara bersama siswa dan guru. Setelah itu, kami memperkenalkan diri kepada masing-masing kelas. Kami datang bukan hanya untuk menyampaikan pelajaran. Kami ingin mengenal sekolah, memahami karakter siswa, dan melihat kebutuhan yang ada di dalamnya. Dari pengamatan awal, kami menemukan keberagaman yang nyata. Setiap kelas memiliki karakter yang berbeda. Ada siswa yang aktif, pendiam, mudah beradaptasi, membutuhkan perhatian lebih, hingga siswa yang memiliki kebutuhan khusus dalam proses komunikasi dan pembelajaran. Kami juga menemukan persoalan sederhana yang ternyata penting. Kesadaran sebagian siswa terhadap kebersihan diri masih perlu dibangun. Hal-hal seperti memotong kuku, mencuci tangan, menggosok gigi, menjaga kebersihan rambut, dan membuang sampah pada tempatnya masih membut...